Mama ultah hari ini. Christ balik ke Indo hari ini, naik flight 7.20 am (!). Mungkin krn tiket murah ya jadi jamnya ga enak. Tadi malem bobok cepet, jadi tadi pagi bisa bangun utk nganter dia (ga mandi tentunya). Kita udah berangkat jm 5.15, pake taxi, extra charge 50% karena di bawah jm 6. Changi sudah semarak dg hiasan Chinese New Year. Seperti biasa, selalu senang ke Changi. Jadi teringat sewaktu pertama kali melihat Changi, senang, airportnya cantik dan wangi bau roti. Ternyata Christ jg terpukau waktu pertama kali datang (meskipun mungkin bau wangi roti tidak termasuk daftar hal yang dia kagumi dari Changi). Telpon Mama dari airport. Mama kira yg telpon Tante Hwatt. Stlh Christ boarding, aku pulang pake mrt. Beli roti Crystal Jade dulu, laper. Tampangnya menarik, tapi udah ga hangat ternyata :( Sampe rumah jm 9, membaca Sherlock Holmes yang lagi nanggung, The Adventure of the Copper Beeches. Ceritanya menarik, tapi aku berhasil menebak akhir kasusnya (hmm, sudah terlalu banyak baca Holmes kayaknya). Jam 10 tidur lagi, bangun jm 12. Tiba2 punya ide mencoba apakah subset simulation ku hasilnya sama juga kl performance functionnya nonlinear. Jadi ke office utk nyoba. Ternyata sama jg. Rasanya aku jadi cenderung menyimpulkan tidak ada yg salah dg codeku. So there must be something wrong with the theory (waduh, pede amat ya). Aku rencana baca lagi penurunan rumus cov nya, baca jg ttg autocorrelation Markov Chain. Mungkin perlu tanya Prof ttg penurunannya.

Tadi ke misa sendiri, ga ada Christ. Sudah terbiasa Sabtu ke misa, tadi pengen juga meski sendiri. Senang dengerin bacaan lectionary, juga senang karena di buku liturginya ditulis inti dari tiap2 bacaan minggu itu. Tadi dibagiin booklet Lent 2008, isinya bahan renungan utk kelompok kecil / Bible study keluarga. Tadi sudah baca sekilas (kebiasaan, selalu mau tahu isi suatu buku, mau tahu akhirnya, terbiasa browse cepat), dan jadi senang. Rasanya mirip sekali dg renungan2 ala GKI, seperti yg biasa kudapat di Peterongan. Membaca Alkitab bergantian, bergantian memimpin doa, saling bercerita, pertanyaan2 renungannya sederhana tapi dalam, hal2 yg diajarkan juga tidak muluk2 tapi aplikatif. Ada kegiatan2 praktis yg disarankan di masa Lent ini, misal puasa nonton TV sekali seminggu, memasak dan makan bersama keluarga, gitu2 deh. And I said to myself, ah, we are not that different. Dan harapanku pun makin bertambah kuat.