John Henry Newman (1844)

John Henry Newman (1844)

Apologia Pro Vita Sua adalah salah satu buku karangan John Henry Newman. Kardinal Newman adalah seorang tokoh penting Inggris pada jaman Victorian. Beliau dulunya adalah seorang pendeta gereja Anglikan dan pengajar di Oxford University. Beliau adalah salah satu pendiri Tractarian Movement, gerakan yang berkembang di Oxford pd thn 1833 yang berusaha mengembalikan gereja Anglikan ke dasar2 ajaran Katolik (dalam pengertian universal, bedakan dengan Katolik Roma). Sekitar tahun 1839 Newman meneliti dokumen2 gereja abad ke-5 dan ia secara berangsur-angsur melihat bahwa gerakan Protestan berada pada posisi kaum Arian, gereja Anglikan pada posisi kaum Monophysite, dan “Rome now is where it was at the 5th century”. Dari berbagai studi dan perenungannya, Newman sampai pada kesimpulan bahwa lbh besar kemungkinan gereja Anglikan berada dalam posisi ‘schism’ (terpisah dari Gereja) daripada Roma Katolik berada dalam posisi ‘corrupt’. Newman meletakkan jabatannya di Oxford maupun di gereja Anglikan pada thn 1841 (atau 1843?) sebab ia tidak lagi meyakini doktrin via media yang menjadi dasar gereja Anglikan. Ia tetap menjadi seorang Anglikan, seorang jemaat biasa, dan tidak bersentuhan dengan Gereja Katolik sama sekali sebab menurutnya ‘it’s absurd for a person to be of 2 religions at the same time’. Dalam salah satu suratnya pada Rev Flanagan ia menulis bahwa ia mengambil jeda 2 tahun sebelum meminta diterima dalam Gereja Katolik untuk menguji apakah imannya, pandangan2nya benar2 iman yang teguh dan bukan hanya kehebohan sesaat. Ia diterima dlm Gereja Katolik pada tahun 1845. Ia bergabung dalam ordo Passionist, mendirikan Birmingham Oratory, dan diangkat menjadi Kardinal pada thn 1885.

Dari apa yang kubaca, alasan ditulisnya Apologia adalah untuk menjawab tuduhan terhadap Newman dari Charles Kingsley, yaitu tuduhan bahwa Newman sesungguhnya telah lama menjadi seorang Katolik, bahkan anggota Ordo Jesuit jauh sebelum th 1845; artinya Newman telah menjadi Katolik tetapi tetap berdiam bahkan mendapat penghidupannya dari gereja Anglikan.  Tuduhan ini mengarah ke tuduhan lain yang lebih umum dan lebih serius: bahwa menutupi kebenaran (berbohong) bukanlah hal yang dianggap salah oleh para imam Katolik, dengan kata lain, para imam Katolik ini terbiasa menggunakan tipu muslihat, licik, dan tidak menganggap kebenaran hal yang penting. Newman pun tergerak untuk menjawab tuduhan yang dinyatakan secara publik ini dengan suatu tulisan yang dipublikasikan pula. Baginya, tuduhan ini harus dijawab, bukan untuk membela kehormatan pribadinya, tetapi untuk membela kehormatan ‘Catholic Priesthood, the sacred union which I am unworthily being a part of’. Suatu hal penting yang menunjukkan betapa Newman adalah seorang dengan pikiran yang besar (apa sih terjemahannya great mind?) adalah cara ia menjawab tuduhan itu. Tuduhan itu tidak cukup dijawab hanya dengan memberikan argumen atas pertanyaan2 Kingsley. Oh, ia menjawab setiap pertanyaan dan tuduhan, agar jangan penuduhnya berpikir ia tak punya jawaban. Tapi lebih dari itu, Newman memberikan suatu kisah yang lengkap mengenai imannya, pandangan religiusnya sejak ia kanak-kanak hingga ia menjadi seorang imam Katolik. Menurut Newman, inilah cara yang tepat untuk membungkam penuduhnya. Bukan hanya menjawab; tetapi memaparkan seluruh gambaran lengkap tentang dirinya. Cara Newman menjawab sungguh membuatku kagum padanya. What a man. What a great mind. Berbagai informasi tentang karya2 Newman dapat dilihat di http://www.newmanreader.org/

Seperti yang kita harapkan dari para pemikir besar, Newman menulis dengan sistematis. Bukunya dibagi menjadi 5 bagian berdasarkan kronologi waktu, yaitu hingga thn 1833, 1833-1839, 1839-1841, 1841-1845, dan setelah thn 1845. Bukunya ditulis layaknya suatu paper ilmiah: argumennya runut (meski tak semua mudah dimengerti) dan disertai referensi yang lengkap. Sedang berusaha membuat ringkasan buku ini bab per bab, sebelum harus dikembalikan ke perpustakaan.

Read another post on Apologia.