Dua minggu yang lalu sepulang gereja saya mampir di plaza singapura untuk makan yong tou fu seperti biasa (dengan pertimbangan ekonomis sesuai saran Chris). Tiba2 jadi ingin melihat2 baju dan ingin membeli. Mumpung masih GSS, pikir saya membela diri. Tapi sebenarnya kenapa harus membela diri? Bukankah wajar kl saya sekali2 ingin membeli baju yang manis dan ingin berdandan? Para wanita lainnya mungkin melakukan kegiatan tersebut setidaknya sekali sebulan. Belanja kali ini berbuntut dengan saya membeli sebuah baju terusan yang tampak manis, terlalu manis untuk dipakai ke office (jika office mu adalah research lab), bahkan sedikit terlalu resmi untuk dipakai ke gereja (kecuali kalau saya hidup di masa dan tempat dimana orang2 masih mengenakan pakaian terbagusnya untuk ke gereja, seperti di kisah Little House on the Prairie, misalnya), dan harganya 2 kali lipat budget maximum yang biasa saya tetapkan untuk membeli baju. Tapi sungguh senang melihat bayangan di cermin saat mengepas bajunya. Rasanya sudah lama sejak terakhir kali saya memakai baju yang manis, yang bukan jeans dan kaos, atau celana bahan dan kemeja yang sedikit rapi. Hmm, bagaimanapun, sepertinya baju ini masih harus menunggu agak lama (misa Malam Natal? Chris’ commencement? )