Jumat, 1 Agt 08

Bertemu Prof P. Prof Q baru balik dari HK sore. Seperti yang kuduga, dia tidak puas dengan outline nya. Tidak jelas mana kontribusi saya, katanya. Terlalu detail. Tapi disaat saya sudah pengin nangis rasanya (bukan karena komentarnya pedas atau gimana, tetapi , yah, saya memang belum terbiasa gagal melakukan sesuatu), dia berkata bahwa saya harus lebih sabar. Semua orang juga mengalami kesulitan yg sama saat pertama2 belajar berpikir dan menuangkan pikiran secara sistematis. Membuat outline memang susah, katanya. Mendapatkan hasil perhitungan jauh lebih mudah daripada membuat outline.

Adorasi di Holy Cross. Saya berusaha mengingat apa bacaannya, tetapi tidak ingat😦 tapi yang saya ingat, rasanya sungguh tepat untuk memulai bulan yang baru dengan merenung dan berdoa.

Sabtu, 2 Agt 08

Sesuai rencana, hari ini tidak ke office. Bangun siang, makan roti (yang best before 2 Aug), cuci baju, setrika baju minggu lalu, bersih2 kamar, bersih2 kamar mandi, dan masak makaroni buat malam. Saat tersadar, ternyata sudah jam 3 kurang 10 menit. Aduh. Ada latihan di Toho jam 3.30. Dan saya sudah sesumbar (meski hanya pada Chris, bukan pada mereka2 yang akan latihan), kalau 4.30 mereka tidak kelar karena mereka telat, saya akan tetap pulang. Masa saya yang telat sekarang? Untungnya bus 165 segera datang. Bagaimanapun, saya masih telat 5 menit. Seperti yang saya duga, baru 2 orang yang siap berlatih. 4 – 5 orang lainnya belum datang. Seperti yang saya duga pula, mereka belum tahu lagunya. Ok. At least I enjoyed myself playing all those hymns. Saya tidak mengomel sama sekali, bahkan terus menebar senyum. Terserahlah, saya pikir, asal bagian saya saya kerjakan dengan baik. Tapi lama2 saya sadar tidak bisa juga. Lha, mau pianonya beres, tapi yang nyanyi fals atau pemain gitarnya salah chord, percuma juga toh. Akhirnya saya toh baru keluar dari Toho jam 5 kurang 10. Dan berjanji akan datang besoknya jam 9 untuk berlatih dg pemain gitar. Para singer baru bisa 9.30 karena mereka akan ikut kebaktian pagi 8.30 dulu. Saya masih heran untuk apa kebaktian pagi ini, tapi baiklah. Tidak baik mengomel dan mengkritik sesuatu yang tidak kita ketahui dengan jelas. nanti jadi hoax :p Akhirnya saya tidak sempat mengejar misa 5.30 di Holy Cross, sehingga kami ke Blessed Sacrament. Agak khawatir dia gusar karena gara2 saya kami jadi terlambat ke Holy Cross.

Tema minggu ini Tuhan yang mencukupi (The Lord who feeds us). Bacaan dari Yesaya 55 (marilah, hai yang lapar, ambillah roti tanpa bayaran; hai yang haus, minumlah); Roma ..(sebab tidak ada penderitaan, penyakit, apa yang kelihatan maupun tak kelihatan, yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus); Matius .. (Tuhan Yesus memberi makan 5000 orang dengan 5 roti dan 2 ikan). Apa yang saya tangkap dari uraian Romo sederhana tetapi tepat buat saya: Tuhan yang mencukupi kebutuhan saya; janganlah terlalu stress. Rasanya saya jadi lebih cocok dengan khotbah2 yang sederhana dan membumi, yang dapat diringkas dalam 2-3 kalimat. Rasanya khotbah2 yang demikian panjang, rumit, dan muluk, jadi kurang mengena buat saya. Pengaruh bersentuhan dengan Gereja? Atau pengaruh research?😀

Pulang dan makan makaroni. Fanie datang. Senang juga mengobrol2 dengannya: selalu ramai dan banyak cerita. Hanya makaroni jadi kurang sebab ada Stella juga😦 akhirnya disambung dengan nasi dan kering kentang. Malamnya Papa Mama telpon dari Denpasar.