Rabu, 16 Sept 09. Hari ini pergi ke conference dengan tekad: mengajukan pertanyaan. Hitung-hitung utk mengecek seberapa keras suaraku di tengah ruangan. Juga untuk membuka kontak dengan pembicara. Keynote lectures hari ini oleh Shinozuka (reliability analysis of port –sepertinya dia tertarik pada suatu sistem yang kompleks, tidak lagi pada analisis detail suatu struktur secara individu misal 1 gedung), Melchers (bicara tentang corrosion, aku tidak terlalu ngerti, tapi teman2 yang bekerja di bidang offshore sepertinya antusias mendengarkan) dan Kiureghian (tentang seismic risk). Melchers dari Australia dan kalau-kalau rencana research visit dapat terlaksana, dia termasuk dalam daftar profesor yang ingin kukunjungi. Dalam keynote lecture nya, Kiureghian menganjurkan kami mendatangi session salah satu muridnya untuk mendapat informasi detail ttg topik mereka. Seperti apa ya rasanya menjadi murid orang selevel Kiureghian?

Di session pagi ada yang presentasi tentang subset simulation dan neural network. Student dari Greece. Rambutnya gondrong, pake kaos oblong. Proposal pdf yang dia pakai untuk subset nya berbeda dari yang biasa kupakai. Aku bertanya, apa dia menganjurkan proposal pdf tersebut untuk general application atau khusus untuk problem dia. Sesuai prediksiku, jawabannya untuk problem dia. Well, at least my statement that optimal proposal pdf is problem-dependent is not wrong. Suaraku lumayan keras juga rupanya. Cukup lega. Siangnya, melihat presentasi dari research fellow nya JC. Subset simulation for multiple limit states. Aku agak heran, kok presentasinya agak tidak jelas. Presenternya bilang perlu mencari suatu objective function untuk mewakili semua limit state yang ada. Tapi tidak menjelaskan gimana mencari objective function nya. Ditanya bukankah objective function itu hanya kombinasi minimum -maximum untuk series – parallel system, dia bilang sistemnya tidak seri maupun paralel. ?? Aku dan Dr Beer saling berpandangan dan mengerutkan kening. O ya, aku mengambil brosur yang tersedia di receptionist, dan ada brosur ICASP 11. ICASP ini conference yang sangat penting dalam structural reliability, selain ICOSSAR. Dan ICASP 11 akan diadakan thn 2011 di Swiss! Oh, oh, oh, how I want to come! Saat itu juga langsung berpikir gimana caranya bisa dapet dana untuk kesana, mau submit paper apa, dan berharap aku dapat datang kesana as a young research fellow or academics, no longer a student. Tapi kalau masih student, ICASP tentunya kesempatan yang baik untuk menebar CV.

Di perjalanan pulang ke hotel aku beli onigiri. Bertemu seorang bapak yang aneh dari India (ikut conference juga, kami berkenalan di saat lunch). Hiiii. Menghindari dia, aku ke supermarket dulu dan naik ke hotel dari lantai 1, tidak dari lantai 2 seperti biasanya. Terbirit-birit masuk kamar. Melanjutkan latihan presentasi lagi. Kali ini sambil berdiri di depan cermin. Sudah hafal apa yang mau dikatakan saking seringnya diulang. Durasinya sekitar 14 – 15 menit, aku menitin.

Kamis, 17 Sept 09. Akhirnya hari Kamis juga!!! Paginya lecture note Prof Torgeir Moan. Sudah tidak konsen mendengarkan, kepikiran presentasi. Session geoteknik yang pagi tidak sesepi yang kutakutkan, tapi entah kenapa pendengar seperti kurang antusias berdiskusi. To my dismay, Prof Honjo is not coming :(  Padahal aku berencana berkenalan dengannya. JC juga tidak nampak. Oh, well. Mungkin terlalu cepat untuk mengharapkan berkenalan dan memberikan CV pada conference pertama, ya.  Ada dua orang student JC yang present, dan kedua paper ini ditulis bersama Prof P.  Tentang Bayesian updating dan importance sampling. Presentasinya cukup baik, lebih genah dari yang research fellow kemarin. Tapi bagaimanapun, kesanku tentang JC menjadi agak kurang baik. Kesannya agak serampangan…

Setelah makan siang kilat, aku ke ruangan presentasi. Masih kosong. Mencoba bicara dan mendengar seberapa keras suaraku. Sebentar kemudian panitia dan moderator datang. Dr Beer juga dengan baik hati datang untuk melihat presentasiku. Kurasa aku presentasi dengan cukup baik. Ada 2 pertanyaan dan tidak sukar dijawab. Dr Beer mengacungkan jempol saat aku melihat ke arahnya. Wah, memang beda ya orang bule. Encouraging. Setelah presentasi, rasanya lega. Research fellow JC yang kemarin presentasi lagi. Lebih genah daripada yang kemarin.

Selesai presentasi, rasanya lega. Ada perasaan agak kecewa karena sedikit yang datang, tapi mencoba mengingatkan diriku untuk tidak terlalu banyak maunya🙂 Di luar gedung bertemu dengan rombongan anak Norway yang ternyata sudah siap mau jalan2 ke kota (4 hari ini belum sempat lihat2 kota). Jadilah kami balik ke hotel untuk ganti baju terus jalan-jalan. Selain anak2 Norway, ada 1 anak HK yang ramah dan sudah hapal rute train dan bus Osaka dan Kyoto (mengingatkanku pada Chris, meski ternyata rute dia belum sekaliber Chris). Karena sudah sore menjelang malam, objek wisata sudah tutup, kami jalan2 di daerah Dotonbori, pusat makanan dan belanja oleh-oleh. Semarak dan luas sekali daerahnya. Mulai dari jejeran mall-mall besar, warung sushi, sampai pedagang kaki lima berjualan takoyaki, semuanya ada. Senang sekali melihatnya. Saat berjalan-jalan disitu, tiba-tiba saja aku jadi merasa begitu bersyukur. Di masa kecilku dulu, aku sering melihat dengan kagum pada orang-orang yang sekolah ke luar negeri. Dan sekarang aku juga mendapat kesempatan yang sama, plus bonus jalan-jalan dan berkenalan dengan teman-teman dari berbagai latar belakang.