Alkisah adalah sebuah pulau bernama Linear. Kabarnya di pulau ini semua hal —  dari fenomena alam sampai perilaku penduduk– semuanya mudah diramalkan. Tidak ada penyimpangan, tidak ada kejutan. Bila curah hujan hari ini 2 kali lipat lebih banyak dari hari kemarin, maka kenaikan tekanan air pori dalam tanah juga akan tepat 2 kali lipat lebih besar.  Semua material yang ditemukan di pulau tersebut berperilaku linear elastis.  Para pelajar di pulau ini tidak mempelajari metode numerik. Sebab tidak ada gunanya. Semua persoalan dapat dicarikan solusi analitiknya. Hal ini berlaku pula dalam masalah jual beli. Bila kacang 1 ons dijual seharga seribu, maka kacang 1 kg dijual sepuluh ribu. Tidak ada diskon. Lebih jauh lagi, perilaku manusia penghuni pulau tersebut pun semuanya serba dapat dianalisis. Di sekolah, para murid yang bersemangat belajar mendapat nilai yang lebih baik daripada mereka – mereka yang suka mencontek. Di tempat kerja, orang-orang yang berdedikasi umumnya lebih cepat mendapat promosi daripada mereka yang malas tapi pandai me-lobby. Di masyarakat luas, orang-orang yang berintegritas dan konsisten pada prinsip jauh lebih dihormati daripada mereka yang sok tahu, eksis dimana-mana dan pandai bicara. Tambahan lagi, penelitian di pulau tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang religius cenderung berperilaku lebih bermoral. Dan jangan harap menemukan pasangan suami-istri yang “unik” a la Cinderella disini. Pilihan orang-orang disini juga linear. Mereka yang berpendidikan umumnya memilih pasangan dengan taraf pendidikan seimbang, mereka yang berasal dari keluarga terpandang tak pernah berpikir untuk menikahi pelayan mereka, dan para om tidak pernah memasukkan gadis seumur anak mereka dalam daftar calon istri.